Aku dan sang waktu

Waktu memang telah mengubah segalanya. Mimpi menjadi kenyataan dan masa lalu menjadi sebuah kenangan. Kenangan yang mungkin bagi sebagian orang akan dilupakan, dibuang dan dijauhi. Namun, bagi sebagian yang lainnya menjadi sumber inspirasi untuk tetap bertahan dalam kehidupannya.

Orang sering memanggilnya Rinai, seorang perempuan desa yang pendiam. Dia tidak banyak mempunyai teman, karena dia memang tidak suka untuk bergaul dalam keramaian. Selama sepersepuluh abad, dia menghabiskan waktu untuk belajar. Belajar melupakan Binar. Rinai ingin menutup semua impian yang terlintas dalam pikirannya ketika dia masih bersama dengan seorang pria yang akrab dipanggil Binar.

Sejak pertama kali melihat binar di aula sekolah menengah pertama, Rinai memang telah menjadikan binar sebagai mentari di hatinya. Binar juga yang telah menjadi motivasinya untuk terus mencari ilmu hingga bangku universitas. Bukan hanya itu, Binar juga menjadi alasan pertama kenapa Rinai masih menetap di  sebuah kota Istimewa di Jawa. Rinai tak ingin meninggalkan kota kelahiranya karena dia ingin suatu saat nanti ketika Binar kembali, dia bisa bertemu. Namun, kenyataan memang tak sejalan dengan keinginan. Selalu ada ketimpangan antara das sain dan das sollen begitu kirannya ketika di tulis dalam bahasa ilmu sosial.

Binar tak pernah kembali lagi ke hadapan Rinai, seusai perpisahan yang diadakan oleh sebuah sekolah yang ada di sebuah desa di ujung DI. Yogyakarta. Binar juga tak pernah datang ketika ada acara pertemuan yang diselenggarakan oleh teman – teman satu angkatannya.  Binar tidak menghadirinya bukan tanpa alasan. Dia tidak hadir karena Cintia tidak datang. Alasan itulah yang mungkin selalu membuat semangat Rinai patah ketika mendatangi acara pertemuan itu.

….

Sekali lagi waktu telah mengubah segalanya, tetapi tidak akan mengubah perasaan Rinai terhadap Binar.

 

 

Yogyakarta, 2014-11-10

 

Mentari_Pagi

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s