Aku dan Langit

Langit..  Langit dimana aku menggantungkan semua mimpi- mimpi ku. Langit dimana aku bisa melihatnya. langit yang menyatukan pandangan ku dan pandangannya menjadi satu. langit yang selalu membuat ku menatap ke atas. langit yang tak pernah berhenti menawarkan sejuta kejutan.

Aku melihatnya dari atas sebuah gedung yang berada di tengah kota. Kali ini aku melihat langit yang tak lagi tersenyum. Aku melihat kilat yang berperang di langit. aku melihat burung – burung yang berduyun- duyun mencari sarangnya.

Langit lewat bahasa yang tak pernah aku tahu. Aku ingin kau menyampaikan salam ku untuk dia yang entah berada dimana…

Iklan

Aku dan sang waktu

Waktu memang telah mengubah segalanya. Mimpi menjadi kenyataan dan masa lalu menjadi sebuah kenangan. Kenangan yang mungkin bagi sebagian orang akan dilupakan, dibuang dan dijauhi. Namun, bagi sebagian yang lainnya menjadi sumber inspirasi untuk tetap bertahan dalam kehidupannya.

Orang sering memanggilnya Rinai, seorang perempuan desa yang pendiam. Dia tidak banyak mempunyai teman, karena dia memang tidak suka untuk bergaul dalam keramaian. Selama sepersepuluh abad, dia menghabiskan waktu untuk belajar. Belajar melupakan Binar. Rinai ingin menutup semua impian yang terlintas dalam pikirannya ketika dia masih bersama dengan seorang pria yang akrab dipanggil Binar.

Sejak pertama kali melihat binar di aula sekolah menengah pertama, Rinai memang telah menjadikan binar sebagai mentari di hatinya. Binar juga yang telah menjadi motivasinya untuk terus mencari ilmu hingga bangku universitas. Bukan hanya itu, Binar juga menjadi alasan pertama kenapa Rinai masih menetap di  sebuah kota Istimewa di Jawa. Rinai tak ingin meninggalkan kota kelahiranya karena dia ingin suatu saat nanti ketika Binar kembali, dia bisa bertemu. Namun, kenyataan memang tak sejalan dengan keinginan. Selalu ada ketimpangan antara das sain dan das sollen begitu kirannya ketika di tulis dalam bahasa ilmu sosial.

Binar tak pernah kembali lagi ke hadapan Rinai, seusai perpisahan yang diadakan oleh sebuah sekolah yang ada di sebuah desa di ujung DI. Yogyakarta. Binar juga tak pernah datang ketika ada acara pertemuan yang diselenggarakan oleh teman – teman satu angkatannya.  Binar tidak menghadirinya bukan tanpa alasan. Dia tidak hadir karena Cintia tidak datang. Alasan itulah yang mungkin selalu membuat semangat Rinai patah ketika mendatangi acara pertemuan itu.

….

Sekali lagi waktu telah mengubah segalanya, tetapi tidak akan mengubah perasaan Rinai terhadap Binar.

 

 

Yogyakarta, 2014-11-10

 

Mentari_Pagi

 

PASAR

Pasar merupakan suatu tempat bertemunya penjual dan pembeli. Lebih jauh lagi, ketika kita membicarakan pasar, maka kita juga harus menyinggung mengenai barang atau komoditas dan uang. Pasar dapat pula dikatakan sebagai arena untuk melakukan proses negosiasi antara penjual dan pembeli. Proses negosiasi berguna untuk mencapai suatu kesepakatan. Kesepakatan tersebut nantinya akan menguntungkan kedua belah pihak.